Yudha Saputera Idolai Rajon Rando dan Jagokan Spurs Juara Musim Ini

Yudha Saputera Idolai Rajon Rando dan Jagokan Spurs Juara Musim Ini

Dibuat oleh Admin . Pada 10 June 2026 - 10:16

BANDUNG, 8 Juni 2026 - Guard andalan Satria Muda Pertamina Bandung Yudha Saputera mengakui bahwa sosok Rajon Rondo adalah salah satu yang menginspirasinya dalam dunia bola basket. Yudha mengatakan permainan Rondo yang eksplosif dan cepat sangat menempel dalam benaknya. Bahkan Rondo pulalah yang menginspirasinya untuk bermain di posisi point guard hingga sekarang. 

“Ya perkenalan dengan basket awalnya kelas 3 SD di Cirebon dan dulu belum ngerti sih posisi-posisi dalam basket gitu. Baru pas SMP saya mulai kebentuk sebagai pemegang bola utama dalam tim. Terus juga karena size saya kecil dibanding yang lain dan saya liat pemain NBA kalo yang kecil itu suka megang bola akhirnya saya jadi point guard hingga sekarang. Selain itu saya juga terpapar sama Rajon Rondo waktu di Boston Celtics sih karena dia mainya eksplosif dan cepat jadilah dia pemain favorit saya waktu itu,” katanya. 

“Kesukaan saya sama Rondo bahkan sampai kebawa kalo saya main playstation NBA2K tahun 2010. Jadi kalo saya tanding sama kakak saya pasti saya pake Boston Celtics dan dia pake Lakers, kalo kata orang dua tim itu kan El Clasiconya NBA ya dan pastinya saya lebih sering menang sih haha,” lanjutnya. 

Kala ditanya apakah dirinya masih mengikuti NBA hingga saat ini, Yudha menjawab masih. Karena menurutnya salah satu referensi terbaik jelas adalah melihat para pemain dunia yang bermain di NBA. Bahkan disela-sela waktunya latian guna menghadapi playoffs IBL guard bernomor punggung 3 ini masih rutin menyaksikan NBA yang saat ini sudah memasuki babak final yang mempertemukan New York Knicks dan San Antonio Spurs. 

“Wah masih nonton dan ngikutin banget sih final NBA tahun ini. Karena menurutnya saya NBA tuh susah ditebak dari tahun ke tahun, saya yakin ga ada yang ngira sih kalo Knicks dan Spurs bisa nyampe final tahun ini. Tapi saya pribadi emang jagoin kalo egak Spurs atau OKC yang ke final. Justru yang di wilayah Timur tuh susah ditebak karena rata kan semua timnya,” jelasnya. 

Saat disinggung soal siapa jagoanya di final kali ini Yudha menjawab, Spurs. Menurutnya saat satu tim sudah bisa mengalahkan tim yang penuh bakat seperti OKC maka mentalnya sudah teruji dan pasti lebih siap di panggung yang lebih besar seperti final. 

“Selain itu menurut saya pemain muda mereka gokil-gokil sih. Selain penuh talenta mereka tuh ngasih liat bahwa kolektivitas mereka emang padu banget. Dan jelas faktor seorang Victor Wembanyama yang ngasih liat bahwa dia bisa memimpin Spurs walaupun baru statusnya masih sophomore, mateng banget dia. Jadi walaupun sekarang Spurs ketinggalan 1-2 saya tetap yakin kalo Spurs yang jadi juara NBA tahun ini. So, 4-2 for Spurs,” tegasnya. 

Spurs sendiri akan kembali berlaga menghadapi Knciks di Madison Squre Garden untuk game ke 4 pada Kamis, 11 Juni mendatang. (FR)