Dibuat oleh Admin . Pada 06 March 2026 - 17:20
Bandung, 6 Maret 2026 - Setelah melalui berbagai pertimbangan, Satria Muda Pertamina Bandung menyampaikan bahwa salah satu pemain kami, Karl Gloria tidak akan melanjutkan aktivitasnya bersama tim hingga sisa musim ini. Keputusan tersebut diambil setelah pemain yang bersangkutan melakukan tindakan indisipliner yang melanggar kode etik klub.
Manajemen menegaskan bahwa keputusan ini diambil bukan semata sebagai respons atas pelanggaran, tetapi juga sebagai langkah yang didasari pertimbangan strategis demi kebutuhan tim dan perkembangan karier pemain terkait ke depannya. Klub percaya setiap keputusan harus mengedepankan kepentingan kolektif, namun juga tetap memikirkan ruang pertumbuhan bagi setiap individu yang ada di dalamnya.
Kejadian ini sekaligus menegaskan bahwa Satria Muda Pertamina Bandung sangat mengedepankan nilai kedisiplinan dalam latihan dan pertandingan, sikap profesional yang harus dipegang di luar maupun dalam pertandingan, hubungan yang baik antarpemain, pelatih, dan manajemen, serta etika komunikasi dan representasi klub.
Selain mementingkan hal-hal tersebut, Direktur Teknik (Sport Director) Satria Muda Pertamina Bandung, Youbel Sondakh juga menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan pilihan terbaik setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis.
"Keputusan terkait Karl tentu membawa konsekuensi tersendiri. Jujur, dari manajemen sangat menyayangkan hal ini terjadi karena kami melihat bahwa Karl adalah pemain yang mempunyai potensi dan talenta yang mumpuni untuk menjadi pemain yang hebat ke depannya. Satria Muda mempercayai hal itu. Namun di sisi lain, kami mempertimbangkan semua aspek, termasuk prinsip klub dan juga pengambilan keputusan yang terbaik untuk semua pihak. Proses internal berjalan dengan komunikasi yang terbuka antara pemain, pelatih, dan manajemen sebelum keputusan diambil. Bagi kami, standar disiplin adalah fondasi utama.” ucap Youbel.
Di sisi manajemen, pendekatan yang ditempuh juga dilakukan melalui proses evaluasi yang komprehensif dan komunikasi intensif antara pemain, pelatih, serta manajemen klub.
“Sejak awal kami membangun tim ini dengan semangat the family, di mana setiap anggota harus saling menjaga dan menghormati. Untuk bisa berprestasi, kedisiplinan adalah nilai yang tidak dapat ditawar. Di sisi lain, kami berharap Karl dapat terus berkembang di klub lain dan tetap melanjutkan karier profesionalnya di Indonesia. Kami juga berterima kasih atas kontribusi dan dedikasinya selama dua tahun terakhir bersama Satria Muda," tambahnya lagi.
Sebagai pemimpin dari skuat, Pelatih Kepala Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic juga menekankan pentingnya standar dan nilai yang dijaga tim. "Dari perspektif kepelatihan, persoalan disiplin dapat memberikan dampak terhadap dinamika dan persiapan tim. Bola basket dibangun di atas kepercayaan, tanggung jawab, dan rasa saling menghormati. Ketika situasi seperti ini muncul, tentu ada distraksi, namun ini juga menjadi momen untuk menegaskan kembali standar dan nilai yang kami pegang. Saya menyampaikan keputusan ini secara langsung dan transparan kepada seluruh pemain, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi kepentingan terbaik tim dan untuk menjaga standar profesionalisme.” ujar Coach Djordje.
“Pesan saya jelas: kami saling menghormati, mematuhi aturan, dan tetap fokus pada tujuan bersama. Saya mengharapkan respons yang profesional dan kompetitif di sisa musim ini. Tantangan adalah bagian dari perjalanan sebuah tim, dan ini adalah kesempatan untuk menunjukkan karakter serta komitmen kami," tutur Djordje Jovicic dengan tegas.
Sebagai penutup, manajemen kembali menyampaikan apresiasi atas kontribusi Karl Gloria selama membela Satria Muda Pertamina Bandung dan mendoakan yang terbaik untuk perjalanan kariernya selanjutnya. (SAM)